• 25 tahun mengabdi

  • Pendaftaran Online baru

  • Wisuda

  • Pendaftaran online banner

  • Fasilitas

  • Pemasangan Kap

Orang yang tidak cukup berani mengambil resiko, tidak akan meraih apapun di dalam hidup ini (Muhammad Ali) Perlu seumur hidup untuk menunggu orang lain mempercayai anda, lebih baik mulailah dengan mempercayai diri sendiri lebih dahulu (Chef) Perubahan adalah sesuatu yang wajar tidak tersanjung bila sukses, dan tidak patah semangat bila gagal (Dirk Mathisan) Berikanlah sebanyak mungkin waktu untuk memperbaiki diri sehingga anda tidak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain (Thomas Jefferson) Melakukan hal biasa dengan cara luar biasa akan membawa anda ke masa depan yang luar biasa
PENDAFTARAN MAHASISWA BARU 2020/2021
Jumat 10 Januari 202011:37 WIB

Yayasan Kesehatan Panti Kosala sebagai yayasan sosial yang tidak berazas agama tertentu, dengan semangat pengabdian almarhum dr. Oen Boen Ing (pendiri) memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui 3 badan usaha, yakni : RS Dr. OEN KANDANGSAPI, RS Dr. OEN SOLO BARU, dan AKPER PANTI KOSALA SURAKARTA.

          Dalam suasana kompetitif (di mana kualitas terbaik merupakan tuntutan yang harus dipenuhi) di berbagai bidang kehidupan menjadi pemacu semangat AKPER PANTI KOSALA SURAKARTA untuk mempertahankan dan mengembangkan keunggulan proses belajar mengajar. Untuk menjawab tantangan pemenuhan mutu terbaik dan kebutuhan rumah sakit dan institusi pelayanan kesehatan lain, maka AKPER PANTI KOSALA SURAKARTA siap mengantar Anda untuk menggapai prestasi terbaik.

Syarat Pendaftaran :

  1. Warga Negara Indonesia, Lulusan SMA Sederajat
  2. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan tidak buta warna
  3. Pendaftar harus datang sendiri untuk mengisi formulir pendaftaran dan pengukuran berat dan tinggi badan
  4. menyerahkan : Fotokopi STTB (dilegalisir), fotokopi Daftar Nilai Ebta atau Transkrip Nilai, Pasfoto ukuran 4 x 6 : 3 (tiga) lembar

Waktu Pendaftaran

  • Bulan Januari s.d. Agustus 2020
  • Setiap hari kerja (Senin s.d. Sabtu, mulai pukul 08.00 s.d. 15.00 WIB)

Biaya Pendaftaran

  • Rp. 250.000,00

Seleksi Uji Tulis 

  • Januari s.d. Agustus 2020
Upaya Mengatasi Perilaku Tantrum Pada Anak
Sabtu 12 September 202009:23 WIB

Tantrum pada anak merupakan perilaku yang mengganggu dimana anak tidak mampu  mengontrol emosi atau merupakan ledakan emosional yang terjadi sebagai respons dari keinginan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi. Perilaku tantrum yang ditunjukkan anak diantaranya mengamuk, menghentakkan kaki, menjerit, menggigit, memukul, menendang,melemparkan barang,berteriak, meninjudan membanting pintu. Pada anak yang lebih besar bisa juga dengan  memaki, menyumpah, memukul kakak/adik atau temannya, mengkritik diri sendiri, memecahkan barang dengan sengaja, atau mengancam.Tantrum biasanya terjadi pada anak umur 18 bulan-4 tahun.Tantrum sering ditemukan pada anak-anak yang terlampau dimanjakan/terlampau di lindungi, sebagai upaya untuk mencari perhatian, tapi bisa juga merupakan suatu hasil meniru dari orangtua atau anggota keluarga lainnya. Orang tua harus mengetahui bagaimana cara menangani tantrum jika hal itu terjadi dan bagaimana cara mencegahnya.Cara yang dapat dilakukan oleh orang tuauntuk mengontrol tantrum meliputi:

  1. Orangtua tetap tenang dan memegang kendali. Jika orangtua marah hanya akan membuat anak tambah bingung dan frustasi.
  2. Menenangkan  anak
  3. Menunggu sampai tantrumnya hilang, lalu diskusikan dengan anak bagaimana cara dia mengendalikan rasa marah dan frustasi. Jangan mencoba bicara pada anak tentang kelakuannya ketika dia marahdan jangan mengancam dengan hukuman.

Sedangkan tindakan yang bisa dilakukan orangtua untuk mencegah munculnya perilaku tantrum pada anak meliputi :

  1. Menjelaskan apa yang bisa anak lakukan dan jangan mengharapkan sesuatu yang sempurna dari anak.
  2. Membantu anak untuk mencegah frustasi dengan membicarakannya terlebih dahulu sebelum hal itu terjadi dan menghindari situasi yang membuat anak frustasi
  3. Membiarkan anak mengetahui aturan yang telah disepakati.
  4. Mendorong anak untuk menggunakan kata dalam mengungkapkan perasaannya.
  5. Membantu agar anak dapat menerima kekecewaan yang kecil tanpa berteriak, menangis, atau tindakan lain yang destruktif.

 

 

Sumber :

Soetjiningsih dan IG.N. Gde Ranuh, ed. 2014. Tumbuh Kembang Anak. edisi 2. EGC, Jakarta

Bagaimana Olahraga yang Tepat Pada Masa Pandemi?
Sabtu 12 September 202009:19 WIB

Olahraga terukur dan terprogram serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh, seperti saat pandemi Covid-19 sekarang. “Olahraga dapat meningkatkan kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah, serta mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Nah, agar olahraga bisa membuat imunitas membaik, maka harus memenuhi kriteria FITT. FITT itu merupakan singkatan.

1. F artinya frekuensi, di mana olahraga sebaiknya dilakukan 3-5 kali seminggu

2. I berarti intensitas. Lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang atau 65-75 persen dari danyut nadi maksimal (DNM) dikurangi umur (220-umur).

3. T berarti time, atau lamanya berolahraga. Lakukan olahraga 20-30 menit, dan apabila kemampuannya memungkinkan, bisa dilakukan selama satu jam.

4. T terakhir merupakan tipe atau jenis olahraga yang dilakukan harus bersifat aerobik.

“Di masa pandemi karena harus diam di rumah, jenis olahraganya bisa sepeda statis, jalan/jogging, loncat-loncat di tempat tanpa berhenti, sesuai kemampuan. Bagi yang ingin bersepeda ke luar ruangan, pastikan tidak mendekati kerumunan. Namun yang terpenting, olahragalah sesuai kemampuan. “Bersepedalah di tempat datar dengan intensitas ringan hingga sedang. Olahraga yang sehat itu, ringan tapi lama. Seperti bersepeda santai atau jalan kaki selama satu jam. Tandanya, saat berolahraga, orang tersebut masih dapat berbicara dengan baik bersama teman di sekitarnya. "Tidak ngos-ngosan,". Kemudian, lakukan olahraga dengan suasana hati gembira agar dapat mengoptimalkan produksi hormon kebahagiaan atau endorphin dan meningkatkan imunitas.

Olahraga intensitas sedang dapat meningkatkan imunitas, meningkatkan kemampuan, dan aktivitas Natural Killer Cells serta IgA. Natural Killer Cells dan IgA berperan penting dalam melindungi saluran pernapasan sehingga daya tahan saluran pernapasan terhadap infeksi bakteri dan virus lebih baik. Sedangkan olahraga intensitas berat akan meningkatkan sekresi hormon kortisol. Hormon kortisol, justru berpotensi merusak sistem imunitas dan bisa menurunkan aktivitas Natural Killer Cells.

 

Sumber :

Kompas.com

Tips Mencegah Influenza Pada Anak
Sabtu 5 September 202015:17 WIB

Influenza merupakan suatu infeksi saluran pernapasan bagian atas yang bersifat akut dan menular. Influenza tidak memandang golongan usia. Anak-anak termasuk kelompok yang rawan terserang influenza. Dibawah ini adalah beberapa tips untuk mencegah influenza pada anak :

1. Vaksinasi influenza sesuai jadwal, terlebih bagi anak yang beresiko

Vaksin influenza diberikan pada anak usia lebih dari 6 bulan dan diulang setiap tahunnya.

2. Terapkan gaya hidup sehat, seperti :

     a. Sering mencuci tangan

     Mengajarkan pada anak selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sesudah BAK/BAB, setelah bermain atau setelah bepergian. Untuk orang tua diharapkan cuci tangan sebelum memegang anak, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makanan dan minuman bagi anak

     b. Makan-makanan bergizi

     Membuat menu makanan yang bergizi untuk anak yang meliputi sayur, buah, susu dan protein yang cukup.

     c. Istirahat yang cukup

     Istirahat yang cukup pada siang hari ataupun malam hari, akan meningkatkan daya tahan tubuh anak

     d. Rutin berolah raga

     e. Menjaga kebersihan rumah

        Selalu membersihkan rumah dan menjaga rumah tetap dalam kondisi bersih dan terbebas dari debu dapat mencegah anak dari serangan flu dan batuk.

    f. Ventilasi rumah memadai (sinar matahari dapat masuk kedalam rumah)

        Masuknya sinar matahari kedalam rumah mencegah rumah menjadi lembab sehingga menghindari perkembangbiakan bakteri.

3. Batasi perjalanan yang jauh dan melelahkan bersama anak

4. Jauhkan anak dari orang-orang yang sedang menderita influenza

5. Jangan mendekatkan anak pada kerumunan orang ketika sedang musim flu.

 

Sumber :

Mardinah, W., Mediawati, S.S. dan Setyorini, D. 2018. Intervensi Perawatan Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Balita di Rumah di Kabupaten Bandung. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol 7 (4) : 269-273

Prihatiningtyas, R. A. 2014. Deteksi dan Cepat Obati 30+ Penyakit yang Sering Menyerang Anak. Media Pressindo, Yogyakarta.

Find us on :
AKADEMI KEPERAWATAN PANTI KOSALA SURAKARTA
Jalan Raya Solo – Baki Km. 4 Gedangan, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo,
Jawa Tengah, Indonesia
Telp. (0271) 621313 Faks. (0271) 621672
Email. akperpk@yahoo.com
LOGIN E-JURNAL DIKTI